Telset.id – XLSmart memastikan langkah garang dalam ekspansi jasa generasi kelima mereka dengan sasaran menyelimuti 88 kota di Indonesia sepanjang tahun 2026. Operator seluler nan identik dengan warna biru ini berencana menambah cakupan jaringan 5G secara signifikan di puluhan kota baru, melengkapi prasarana nan sudah tersedia saat ini.
Langkah strategis ini dikonfirmasi langsung oleh manajemen XLSmart sebagai corak komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan info berkecepatan tinggi nan terus melonjak. Ekspansi ini tidak hanya sekadar menambah titik sinyal, melainkan memastikan kesiapan jasa nan merata bagi pelanggan.
Direktur & Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa penambahan wilayah jangkauan ini merupakan proyek besar perusahaan di tahun ini. Dari total kota nan sudah terlayani saat ini, XLSmart bakal terus memacu pembangunan prasarana hingga mencapai sasaran total 88 kota.
“Sekarang total sudah 33 kota, tambah lagi 20 kota, nan pada akhirnya kelak bakal menjadi 88 kota totalnya. Jadi, ini lumayan besar, ini juga komitmen kami untuk pengguna untuk memenuhi kebutuhan 5G di 88 kota,” ujar Shurish saat ditemui di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Pernyataan ini menegaskan posisi XLSmart nan mau memperkuat posisinya dalam kejuaraan Jaringan 5G nasional. Meskipun rincian spesifik mengenai daftar kota baru nan bakal diselimuti 5G belum diungkap secara detail, pola ekspansi operator ini biasanya menyasar wilayah dengan trafik info tinggi dan ekosistem perangkat nan sudah matang.

Saat ini, jasa 5G XLSmart tercatat sudah dapat dinikmati di beragam kota besar dan wilayah penyangga. Beberapa di antaranya meliputi Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Medan, Banjarmasin, Binjai, Boyolali, Karanganyar, serta sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebelumnya, jasa ini juga telah datang lebih dulu di destinasi utama seperti Bali, Semarang, dan Makassar.
Bukan Sekadar “Logo 5G” di Pojok Layar
Salah satu poin kritis nan ditekankan oleh manajemen XLSmart adalah kualitas cakupan. Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa ekspansi ke 88 kota ini bukan sekadar gimmick marketing dengan menempatkan satu alias dua BTS di sebuah kota agar bisa diklaim sebagai “Kota 5G”.
Rajeev menjanjikan cakupan nan menyeluruh (contiguous coverage), sehingga pengalaman pengguna saat beranjak tempat tetap konsisten. Hal ini menjadi pembeda krusial mengingat di awal penerapan 5G di Indonesia, banyak keluhan mengenai sinyal nan lenyap timbul alias hanya tersedia di titik-titik tertentu (spotty).
“Dan, saya mau menegaskan kembali, bukan hanya 88 kota. Di 88 kota bakal ada cakupan 5G menyeluruh. Bukan berfaedah di sebut kota terdapat 1.000 letak dan hanya 5G di 200 lokasi. Ke mana pun pergi, ini bakal menjadi cakupan menyeluruh dan ini belum terjadi di banyak negara,” tegas Rajeev.
Optimisme XLSmart untuk Bangun BTS 5G secara masif ini didasari oleh info pertumbuhan mengambil perangkat di masyarakat. Rajeev mengungkapkan perkiraan bahwa penetrasi smartphone nan sudah mendukung teknologi 5G di Indonesia sekarang telah mencapai nomor 15-18%. Angka ini dinilai sudah cukup signifikan untuk menjustifikasi investasi besar-besaran di sektor prasarana jaringan.
Dari sisi prasarana teknis, kekuatan jaringan XLSmart saat ini ditopang oleh lebih dari 209 ribu Base Transceiver Station (BTS). Mayoritas dari jumlah tersebut tetap berupa BTS 4G nan menjadi tulang punggung jasa saat ini, namun porsi BTS 5G terus ditingkatkan. Selain itu, jaringan ini diperkuat oleh fiber optik nan membentang luas antar pulau, melayani lebih dari 79,6 juta pelanggan, termasuk pengguna jasa Internet Rumah.
Perluasan ini menjadi sinyal positif bagi percepatan transformasi digital di Indonesia, di mana kesiapan internet berlatensi rendah dan berkecepatan tinggi menjadi syarat absolut untuk mengambil teknologi masa depan.